Setelah sekian lama dilecehkan, akhirnya bangsa Indonesia berhasil menunjukkan bahwa bangsa Indonesia pun merupakan bangsa yang inovatif. Tepat setelah 100 tahun kebangkitan Nasional, 3 astronot Indonesia akhirnya berhasil mengibarkan bendera merah putih di Bulan.
Ketiga Astronot mewakili Pemerintah, DPR, serta Mahkamah Agung.
Yang lebih menakjubkan, teknologi yang dipakai untuk mndarat di bulan benar-benar baru dan belum terpikirkan oleh negara maju sekaliber Amerika Serikat sekalipun.
Astronot dari Indonesia mencapai bulan dengan menaiki, TUMPUKAN KERTAS SEMINAR, yang tingginya melebihi jarak bumi ke bulan.
4 responses so far ↓
hanung // June 3, 2008 at 8:57 pm |
Sungguh menggelitik dan tajam tulisan ini.. Saya sungguh senang…
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemampuan orang-orang Indonesia dalam menyusun seminar/konsep/kajian/perencanaan/atau apalah namanya, sangat bisa diandalkan. Bahkan saking handalnya, pekerjaan paperwork ini memuat hingga ratusan halaman. Namun, apakah ketebalan kertas-kertas yang menurut sang penulis dapat mencapai bulan ini bergaung? Justru disinilah letak kelemahan utama kita. Mungkin kita terlalu berpegang teguh pada prinsip “proper planning makes 99% success”, sementara kita melupakan prinsip “practices make perfect”. Ataukah karena kita telah salah menetapkan indikator keberhasilan seminar/kajian dsb itu, dimana kuantitas lebih diperhatikan daripada kualitas? Dimana tebalnya latar belakang, literatur, landasan teori, dasar hukum, dsb lebih penting daripada kesimpulan dan rekomendasi solusi? Akibatnya, seringkali permasalahan yang timbul tidak pernah tuntas karena kita tidak pernah (berani) mencoba solusi. Yang ada hanyalah hasil seminar/kajian/dsb itu sekedar menjadi “buah karya” pemanis lemari buku dan bukti otentik untuk pencairan dana proyek..
iqbal saryuddin // July 5, 2008 at 12:13 am |
Bisnis kertas bekas semakin menjanjikan …
Pinduz // December 20, 2008 at 4:04 pm |
Yaa…..Setidaknya masih ada yg dapat dibanggakan di negeri ini. Teknologi paling muthakir dijaman ini yang dibuat indonesia, wahana antariksa dengan kertas bekas.
muthofarhadi // March 28, 2009 at 12:42 pm |
capek deh